gravatar

Tips Menulis Fiksi Ayu Utami



Kali ini penulis novel Saman, Larung, Bilangan Fu, Saman, AYU UTAMI, berbagi 8 tips soal bagaimana cara menulis fiksi.

1. Bagaimana menuangkan ide?

Ide adalah ibarat keping-keping lego atau puzel. Kumpulkanlah yang kira-kira bisa saling dipasangkan. Setelah ada beberapa keping, coba susun. Setelah mulai tersusun, biasanya kita bisa menyadari bagian mana yang belum lengkap. Lengkapilah agar menjadi utuh. Prosa yang utuh biasanya memiliki tiga bagian: pembuka, isi, dan penutup.

2. Seperti apa pembuka, isi, dan penutup baik?

Pembuka seharusnya cukup pendek untuk menjelaskan ke mana cerita kira-kira berjalan. Dalam film, sepuluh menit pertama harus sudah bercerita tentang masalah utama kisah itu. Isi harus lebih panjang daripada pembuka dan penutup, dan harus bergerak menuju klimaks. Penutup menjelaskan penyelesaian konflik-konflik yang ada dalam isi. Biasanya ringkas.

Cerita pop yang standar seperti makanan. Pembukanya segar-gurih agar kita ingin melanjutkan menu berikutnya. Santapan utamanya harus nikmat dan berisi agar kita kenyang. Penutupnya manis. Bisa juga manis dan pahit sekaligus, seperti sepotong tiramizu dan secangkir espresso.

3. Bagaimana membuat cerita?

Ide cerita boleh apa saja. Tapi, sebuah cerita yang menarik harus memiliki satu hal ini: ketegangan atau suspens.

4. Bagaimana membangun ketegangan?

Pertama, ketegangan dibangun dari kemungkinan ya dan tidak. Ini cara paling gampang. Misalnya, membuat tokoh utama menginginkan sesuatu. Contoh: Pinokio ingin menjadi manusia sungguhan. Ketegangan terbangun seputar apakah Pinokio berhasil menjadi manusia, atau ia tetap boneka kayu selamanya.
Kedua, ketegangan dibangun dari kejutan. Ini lebih sulit dari yang pertama. Sebab, untuk membuat kejutan yang mengasyikkan, penulis harus lebih dulu membangun unsur-unsur yang diperlukan. Kalau tidak, kejutan itu hanya akan menjadi kebetulan yang menjengkelkan.

5. Bagaimana mengatasi mentok-penulisan?

Biasanya kita merasa jalan buntu jika kita terlalu tidak berjarak, sehingga kita tidak bisa melihat ada jalan lain. Ambillah jarak. Istirahat dan tinggalkan tulisan yang buntu itu selama beberapa hari (bisa juga beberapa pekan). Ketika menengok kembali, cobalah pakai cara pandang baru. Kembali lihat ide-ide seperti keping-keping lego atau puzel. Jangan-jangan kita memasang kombinasi yang salah. Jangan-jangan susunannya perlu diganti. Jangan-jangan ada keping yang masih harus diambil dari tempat lain.

6. Bagaimana mengatasi kehabisan ide?

Banyak membaca dan mendengarkan pihak lain. Enam puluh persen pekerjaan menulis adalah membaca.

7. Apa betul, agar bisa menulis maka tulis saja segala yang terlintas di benak?

Cara itu bolehlah untuk catatan harian. Untuk menghasilkan tulisan yang dibaca orang banyak, sebaliknya pikirkan apa yang dibutuhkan orang banyak (termasuk diri kita sebagai bagian dari orang banyak).

8. Bagaimana agar tidak takut menulis?

Agar tidak takut, jangan terlalu memikirkan diri sendiri. Segala rasa takut datang dari terlalu banyak memikirkan diri sendiri.






*sumber:
#ayuutami.com
#indonesiabuku





Selengkapnya...

gravatar

TIMUN MAS PERKASA DAN RAKSASA (recon fairy tale)


Pada jaman dahulu hidup seorang putri yang sangat cantik dan mempunyai kekuatan yang luar biasa. Timun Mas namanya. Bapaknya telah lama meninggal dunia. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah gubuk sederhana.

Timun Mas adalah sosok yang sangat baik hati. Meskipun mempunyai kekuatan layaknya Wonder Women, Timun Mas tak pernah sombong. Ia selalu menggunakan kekuatan dan kesaktiannya untuk menolong sesama.

Pada suatu ketika Timun Mas pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Di tengah perjalannya Timun Mas dikejutkan oleh seekor anak kambing yang terkena perangkap. Tanpa pikir panjang Timun Mas kemudian melepaskan jeratan yang ada pada kaki anak kambing tersebut. Ia merobekkan sedikit jarik kumal yang ia kenakan untuk membalut luka di kaki anak kambing itu.

Tiba-tiba “cling..!” anak kambing tersebut berubah menjadi raksasa yang sangat besar. Timun Mas terkejut sekaligus heran. “apa yang kau inginkan dariku wahai raksasa?” tanya Timun Mas dengan lembut. “aku akan memakanmu.” Jawab raksasa tersebut dengan mata merah menyala. “Bukankah tadi aku telah menolongmu dan melepaskanmu dari jeratan para pemburu?” Raksasa tersebut tiba-tiba tertawa terbahak-bahak “hahahhahaha,.. itu semua hanya tipu muslihatku wahai wanita cantik?” Mendengar omongan raksasa tersebut Timun Mas hanya tersenyum saja. Kemudian Timun Mas mengajukan sebuah tantangan kepada raksasa tersebut “Wahai raksasa yang tak tahu rasa berterimakasih. Engkau boleh memakan tubuhku dan tulang-tulangku sampai tak tersisa, tapi dengan satu syarat. Jika kau bisa mengalahkanku dalam sebuah pertandingan adu panco, engkau boleh memakanku. Tetapi jika aku menang, apakah kamu rela menjadi kambing seumur hidupmu?” Dengan membusungkan dadanya, raksasa tersebut menyetujui tantangan yang diajukan oleh Timun Mas “Baiklah! Jika aku kalah aku rela menjadi seekor kambing seumur hidupku. Terserah mau kau apakan? Mau kau bikin sate atau kau pelihara di kandang belakang rumahmu yang kumuh juga ngak masalah. Itu, jika aku kalah. Dan aku yakin aku tidak akan kalah melawan wanita lemah sepertimu.” Lalu dengan menunjukkan otot-otot yang besar dan kuat pada tangannya, raksasa tersebut tertawa terbahak-bahak.

Hari menjelang sore, di dalam gubuk, ibu Timun Mas sangat kuatir. Tidak biasanya Timun Mas belum pulang sampai sesore ini. Tapi ibu Timun Mas sangat yakin kalau anaknya akan baik-baik saja. “Anakku adalah perempuan yang kuat, tidak mungkin terjadi apa-apa pada dirinya.” Gumamnya dengan sedikit perasaan was-was. Kemudian terdengar sayup-sayup suara Timun Mas di depan pintu “Emak.. aku pulang!”. Mendengar anaknya telah pulang, seketika itu perasaan Ibu Timun Mas berubah gembira “dari mana saja kamu nak? Ibu dari tadi sangat mengahawatirkanmu.” Tak lama kemudian kambing yang dibawa Timun Mas dari hutan itu mengembek.













Selengkapnya...

gravatar

Novel Relationship, Karya Adyta Purbaya (Selfpublishing)



Judul : Relationship (Ketika orang lain tak harus tau hubungan yang sesungguhnya)
Penulis : Adyta Purbaya
Penerbit : 959 Publishing House
Harga : Rp.42.000 (belum termasuk ongkir)

Jadi, mana yang kalian pilih? Hubungan yang nyata atau hanya di dunia maya? Memiliki sesungguhnya atau memiliki status relationship nya di facebook? Menggandeng tangannya karena memang dia milikmu, atau menggandeng tangannya karena facebook kalian in relationship? Membiarkan orang lain menebak yang sesungguhnya terjadi atau mengumumkan semua nya padahal semu?
Silahkan pilih sendiri hubungan yang kamu mau. Ini hatimu. Ini hidupmu. Kamu bebas tentukan mana yang kamu mau.
Tidak butuh dengar komentar orang lain kalau kamu tidak suka. Pun tidak butuh menyebarluaskan apapun kepada orang lain. Ingat? Ini hidupmu, kawan. Kamu bebas melakukan apapun yang kamu rasa baik untuk dirimu.

Relationship – suatu novel yang bercerita tentang rumit nya suatu hubungan. Ketika kehilangan baru terasa saat sudah tidak memiliki lagi. Ketika takut baru menghampiri saat kau bahkan sudah tidak punya waktu untuk meghalau ketakutan itu sendiri.
Apa yang menarik dari novel ini? Harus kalian tahu bahwa ini hanyalah sebuah teenlit biasa. Cerita cinta remaja yang mungkin sering kalian temukan dalam kehidupan sehari-hari. Plot cerita dan alur hidup yang melulu itu-itu saja dan mungkin membuat kalian muak. Bahkan nama karakter utama yang terkesan ‘pasaran’. Tapi kalian juga harus tahu kalau novel teenlit biasa ini menawarkan ending yang mengejutkan dan luar biasa. Novel teenlit biasa ini menawarkan setting kota Palembang dengan sungai Musi nya yang indah, meski tidak membahas detail keindahan Palembang, tapi yakinlah setidaknya akan membuat kalian merasakan ‘ingin’ berkunjung ke Palembang. (Itung-itung sekalian menyukseskan program visit musi nih hahahaha)
Jadi kenapa kalian harus membeli novel ini? Oh Tidak! tentu tidak ada paksaan untuk membeli novel ini. Kalian berhak menentukan bacaan apa yang akan kalian baca dan buku apa yang akan kalian beli, sama hal nya dengan hubungan mana yang kalian pilih. Sekali lagi ingat, kan? Ini hidup kalian. Kalian berhak menentukan mana yang terbaik buat kalian :)
Kalau kalian penasaran, silahkan pesan ke order.adytabuku@yahoo.co.id, kalian akan mendapatkan harga khusus plus tanda tangan dan kata-kata manis di halaman pertama dari penulis nya yang juga manis. #eaaaa
Tapi kalau kalian merasa tidak penasaran, silahkan abaikan promosi ini, anggap kalian tidak pernah membaca, dan tidak perlu membeli daripada ada umpatan kasar di belakang hari :D
Dan kalau kalian merasa ragu. Antara penasaran dan tidak, silahkan berkunjung kesini http://adytapurbaya.blogspot.com/search/label/tentang%20relationship dan baca-baca testimonial dan beberapa komentar panjang dari pembaca yang sudah terlebih dahulu membaca relationship. Mereka tidak dibayar untuk mengomentari itu, jadi yakinlah semua komentar itu murni dari hati mereka. Jangan takut tertipu :P
Oh iya, kalian juga bisa donlot sampel Relationship disini :
http://www.4shared.com/document/xOiP4r2x/Relationship.html
ada satu bab gratis khusus untuk kalian :) Semoga menambah keyakinan kalian untuk membeli novel ini.

cara order :
kirim email ke order.adytabuku@yahoo.co.id
dengan format sebagai berikut :
subjek : order buku
di body email tulis : nama, alamat lengkap (beserta kode pos), no telp, jumlah pesanan

nanti admin email akan membalas sejumlah uang yang akan di transfer, lalu buku akan meluncur kerumah kalian.
Relationship ini tidak dijual bebas di toko buku, hanya di jual secara online ^^
selengkapnya tentang order buku saya bisa di cek di adytapurbaya.wordpress.com  atau kalau masih butuh tanya-tanya, silahkan temui saya di casis.manis@yahoo.com atau follow twitter saya di @dheaadyta . Saya akan senang sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian 


Salam sayang,


Adyta Purbaya




Selengkapnya...

gravatar

Demensia pada Usia Muda dan Produktif

Sudah menjadi pendapat umum bahwa demensia hanya terjadi pada lanjut usia (Lansia), namun kenyataannya demensia dapat terjadi pada siapa saja dan pada berbagai tingkat usia.

Menjadi pikun dan renta bisa dikatakan sebagai bagian dari proses penuaan yang menjadi siklus hidup setiap manusia. Fenomena pikun dan renta yang dialami oleh orang lanjut usia menjadi hal yang dimaklumi dan biasa bagi kita semua. Walaupun dapat kita temui Lansia yang tidak mengalami gangguan memori, fenomena pikun ini sangat luas terjadi pada Lansia.

Fenomena pikun pada usia muda dan produktif merupakan hal yang sangat menakutkan bagi kita semua. Proses ini berawal dari hal-hal kecil yang terlupakan dari jadwal harian yang berantakan, kondisi fisik yang menurun sampai akhirnya tidak sanggup lagi bekerja dan harus menghabiskan waktu dirumah.

Pengertian

Makna inti dari demensia pada usia muda (young onset dementia) dan demensia pada usia produktif (working onset dementia) adalah timbulnya gejala demensia berupa penurunan kognitif dan memori pada orang dengan usia dibawah 65 tahun.

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa saat ini di Inggris terdapat kurang lebih 18.000 penderita demensia dengan usia di bawah 65 tahun. Data menunjukan adanya peningkatan angka demensia pada usia muda. Ditemukan kasus demensia pada usia 30-an, 40-an, dan 50 tahun bahkan beberapa pada usia di bawah 10 tahun.

Satu pertiga dari total penyebab demensia ini adalah penyakit Alzheimer. Penyebab lain di antaranya adalah penyakit vaskuler, penyakit Parkinson, penyakit Pick’s, sindrom korsakoff (karena konsumsi alkohol yang berlebihan), penyakit Huntington, dan penyakit multiple sclerosis. Pada anak-anak demensia terjadi karena penyakit genetik yang salah satu gejala utamanya adalah kerusakan kognitif, contohnya sindrom down.

Karakteristik Penderita

Berikut ini adalah karakteristik khusus dari penderita demensia pada usia muda dan produktif. Pada umumnya mereka masih aktif bekerja saat diagnosis dinyatakan dan masih memiliki tanggung jawab atas anak dan keluarga. Secara fisik mereka adalah orang yang fit dan aktif. Jarangnya kasus demensia pada tingkat usia ini membuat mereka tidak bisa menerima mengapa demensia harus mereka derita.

Renta bukanlah karakteristik penderita demensia pada usia muda, justru kebalikannya, pada beberapa orang, demensia terjadi saat mereka merasa pada puncak kehidupannya. Pada saat itu pekerjaan dan penghasilan mereka sangat besar dibandingkan tahapan usia sebelumnya. Di kantor mereka berada pada posisi middle bahkan top manager yang dipandang oleh semua orang. Di lingkungan keluarga pun mereka menjadi figur yang dibanggakan oleh istri dan anak-anaknya. Karakteristik inilah yang menjadikan demensia pada usia muda dan produktif menjadi lebih berat dan membutuhkan perawatan yang lebih kompleks.

Tanda dan Gejala


Menurunnya daya ingat adalah tanda penting dari demensia. Pada kondisi normal kita terkadang lupa meletakkan kunci ataupun kacamata, namun segera dapat kita temukan kembali tanpa respon yang berlebihan. Pada penderita demensia, kasus “lupa” ini menjadi bagian keseharian yang tidak bisa lepas. Ketika seorang demensia kehilangan kunci, kacamata atau dompet maka respon yang muncul dapat berupa panik berlebihan, menyalahkan orang lain telah mengambilnya atau memindahkan barang tersebut. Ketika benda-benda yang dicari dapat ditemukan, mungkin saja respon yang muncul berikutnya adalah mereka tidak mengerti apa kegunaan kunci, kacamata dan dompet itu, mereka kadang terlupa untuk apa mereka memerlukan benda-benda itu.

Penderita demensia pada usia muda yang masih aktif bekerja seringkali melakukan kesalahan dalam jadwal kerja. Sekalipun tertulis dalam agenda, mereka dapat saja tidak hadir pada sebuah meeting karena terlupa akan jadwal tersebut. Hal ini sangat mempengaruhi performance kerja, dan bahan pembicaraan teman sekantor.

Gangguan orientasi waktu dan tempat seringkali dialami oleh penderita demensia. Penderita demensia pada usia muda merasa mereka masih mampu melakukan segala hal, didukung fisik yang kuat, mereka sering kali tidak menghiraukan gejala demensia ini. Mengemudi mobil adalah sebuah kebiasaan yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun, mereka tidak pernah mengalami kecelakaan ataupun hal-hal lain yang membahayakan. Ketika demensia terjadi mereka dapat dengan tiba-tiba terlupa kemana mereka akan pergi dan sedang berada dimana saat itu, terkadang mereka tersesat di jalan yang setiap harinya mereka lalui. Hal ini tentu sangat berbahaya mengingat mereka sedang mengemudi mobil di jalan raya yang ramai.

Ketidakmampuan menyusun kata menjadi kalimat yang benar, menggunakan kata yang tidak tepat untuk sebuah kondisi, mengulang kata atau cerita yang sama berkali-kali juga adalah tanda dari demensia. Penurunan kemampuan berbahasa ini sangat berpengaruh pada pekerjaan yang banyak menuntut komunikasi dengan orang lain, salah paham sering kali terjadi akibat penggunaan kata yang kurang tepat.

Ekspresi yang berlebihan juga ditunjukkan oleh orang dengan demensia. Mereka akan menangis berlebihan saat melihat sebuah drama televisi, begitu pula akan marah besar pada kesalahan kecil yang dilakukan orang lain. Penderitapun kadang tidak mengerti mengapa perasaan-perasaan tersebut muncul seperti: rasa takut dan gugup yang tidak jelas penyebabnya.

Demikian berat apa yang dialami oleh penderita demensia, terutama pada usia yang masih muda dan produktif untuk bekerja. Perjalanan penyakit ini sangatlah lambat dan kadang tidak dirasakan baik oleh penderita maupun orang-orang di sekitarnya. Dampak demensia tidak hanya akan mengenai pada penderita seorang saja, melainkan keluarga dan orang-orang terdekat juga akan merasakannya. Kenalilah tanda dan gejala demensia sejak awal dan jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit (RS). Serangkaian test akan dilakukan untuk mendiagnosa anda.

Berat sekali menerima kenyataan bahwa kita atau orang yang kita kenal dan sayangi terkena penyakit ini. Namun menyerah begitu saja bukan pula menjadi sebuah solusi. Sedari dini mengetahui penyakit dan melakukan perawatan yang tepat dapat memperlambat proses kerusakan otak yang dialami oleh penderita demensia.

Berbagai hal masih dapat disiasati agar kehidupan sosial para penderita demensia ini tidak berhenti seiring dengan vonis demensia yang diderita. Dimulai dengan membuat catatan detail aktivitas sehari-hari, meletakkan barang selalu pada tempatnya, memberikan petunjuk penggunaan pada setiap barang dan menggunakan tanda pengenal ketika akan pergi jauh tanpa teman. Hal-hal yang telah disebutkan tadi dapat dilakukan dengan dukungan penuh dari seluruh keluarga. Pengertian harus diberikan sejak awal kepada keluarga terutama anak-anak, sehingga kebersamaan dalam menghadapai kenyataan demensia akan lebih ringan bagi penderita.

Keluarga sebagai support terpenting bagi penderita demensia akan dapat lebih berempati dengan mempelajari lebih dalam tentang demensia. Berusaha untuk selalu tetap tenang dan sabar dalam menghadapi penderita, mencurahkan kasih sayang dan berusaha memahami apa yang dirasakan penderita dapat sangat membantu dalam perawatan penderita demensia. Perlakukan penderita demensia sebagaimana biasa, tetap hormati dan usahakan untuk tidak berdebat dengan penderita. Bantu mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang lambat laun akan mengalami penurunan. Jelaskan kondisi penderita pada setiap tamu atau teman yang datang agar mereka dapat ikut mendukung perawatan penderita.

Pencegahan


Sampai dengan saat ini demensia belum dapat disembuhkan, pengobatan dan perawatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi tanda dan gejala serta mengoptimalkan kemampuan yang masih dimiliki, hal ini diharapakan dapat menurunkan laju kerusakan otak yang dialami penderita demensia.

Hal yang dapat kita lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya demensia diantaranya adalah dengan menjaga ketajaman daya ingat dan senantiasa mengoptimalkan fungsi otak. Secara teknis dua hal diatas dapat kita lakukan dengan mencegah masuknya zat-zat yang dapat merusak sel-sel otak seperti alcohol dan zat adiktif yang berlebihan kedalam system tubuh kita.

Mengoptimalkan fungsi otak dengan membaca buku yang merangsang otak untuk berpikir hendaknya dilakukan setiap hari. Melakukan kegiatan yang dapat membuat mental kita sehat dan aktif salah satunya dapat dengan memperdalam ilmu agama. Mengurangi stress dalam pekerjaan dan berusaha untuk tetap relaks dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat otak kita tetap sehat.



*Sumber: kamusilmiah


Selengkapnya...

gravatar

Tokoh Utama dalam Novel Kematian yang Tertunda Karya Jean Paul Sartre (Kajian Filsafat Eksistensialisme)


Analisis Tokoh Utama Dalam Novel Kematian Yang Tertunda Karya Jean Paul Sartre (Kajian Eksistensialisme
Selengkapnya...

gravatar

[Roman] Di Bawah Lindungan Ka'bah - Hamka [pdf]


Di Bawah Lindungan Ka'Bah


Selengkapnya...

gravatar

Wayang Krucil Bojonegoro Hampir Punah

Bojonegoro - Kesenian wayang Krucil di Bojonegoro, Jawa Timur, hampir punah karena dalang dan seniman pembuat wayang Krucil di Bojonegoro kini semakin langka.

"Sudah 30 tahun lebih tidak ada pergelaran wayang Krucil di masyarakat," kata pimpinan sanggar seni Widoro Kandang Bojonegoro, Ki Djoko kepada ANTARA di Bojonegoro, Selasa.

Ia menyatakan sudah 30 tahun tidak lagi menyaksikan pergelaran wayang Krucil di Bojonegoro dan juga di daerah sekitarnya seperti Tuban.

Padahal, katanya, lakon dan teknis pementasan wayang Krucil sama dengan wayang kulit, karena bentuk wayang krucil memang mengadopsi ketokohan dalam wayang Kulit.

Bedanya, wayang kulit terbuat dari kulit sedangkan wayang Krucil dibuat dari kayu, biasanya kayu randu.

"Sudah 30 tahun ini, saya tidak tidak tahu, ada dalang wayang Krucil di Bojonegoro. Seniman pembuat wayang Krucil memang ada yaitu Pak Santoso, dia juga seniman pembuat wayang Tengul," katanya.

Menurut Ki Djoko, sekitar 30 tahun yang lalu pementasan wayang Krucil masih dijumpai. Pengundangnya bukan masyarakat melainkan aparat desa dalam rangka memeriahkan gotong royong yang biasa disebut "bersih desa".

Ki Djoko mengaku semasa dirinya menjabat sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Bojonegoro, di era 1980-an hingga tahun 1995, pernah berusaha mementaskan pergelaran wayang Krucil dengan mengambil dalang di wilayah Kecamatan Tambakrejo.

"Tapi pergelaran itu selalu batal. Alasannya, keyakinan para dalang wayang Krucil untuk menghindari bencana harus berjalan kaki dari lokasi tinggal hingga lokasi pentas yang dilakukan mulai dari pengrawit, dalang, hingga wayangnya," katanya.

Ki Djoko mengaku kesenian wayang Krucil yang disebut-sebut kesenian khas Bojonegoro selain wayang Tengul sekarang ini mendekati punah, baik dalang yang menekuni juga seniman pembuatnya.

"Karena itu, saya berharap semua pihak cepat-cepat menangani, terutama pemerintah daerah. Kalau tidak, saya yakin dalam beberapa tahun lagi, Bojonegoro akan kehilangan sebuah kesenian khas," katanya.

Di Bojonegoro, wayang Krucil bisa dijumpai di Museum Rajekwesi yang berada di kompleks Kantor Diknas Bojonegoro.

Menurut penjaga Museum Rajekwesi dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto, Agus Sunarno, enam wayang Krucil yang tersimpan di museum selama ini sering keluar museum untuk pameran.

"Karena terkena hujan akibat gedung museum bocor, enam wayang Krucil itu banyak yang patah," katanya.(*)

*sumber: antara




Selengkapnya...

gravatar

Tipe-Tipe Kepribadian

Dalam ilmu psikologi, dikenal teori 4 tipe kepribadian. Teori ini dikenalkan pertama kali oleh Galen, seorang ahli fisiologi yang hidup pada abad ke-2 Masehi. Walaupun tipe ini dianggap kuno, tetapi masih digunakan oleh psikolog-psikolog di jaman modern ini. Tipe-tipe tersebut adalah Kholeris, Sanguinis, Melankolis dan Plegmatis. Dari 4 tipe kepribadin ini, tiap orang mempunyai kombinasi dari dua kepribadian.


Kholeris
 
Kekuatan:
Tipe ini berbakat menjadi pemimpin. Suka berprestasi dan mengorganisasikan. Hidupnya berorientasi pada tujuan, aktif dan dinamis. Berkemauan keras dan tidak mudah putus asa. Tidak menyukai air mata dan emosi.

Kelemahan:
Orang bertipe koleris terlalu bersemangat, suka memerintah dan tidak sabaran, keras kepala dan kaku. Menyukai kontroversi dan pertengkaran, tidak mau menyerah kalau kalah. Tidak simpatik/kurang peka terhadap perasaan orang lain. Suka merasa benar sendiri. Mendominasi orang lain


Sanguinis
 
Kekuatan:
Kepribadian yang menyenangkan, ceria, supel, suka bicara dan bercerita. Punya selera humor yang baik. Emosional dan demonstratif. Antusias dan ekspresif. Optimis, Penuh rasa ingin tahu. Berhati tulus, tidak menyimpan dendam dan cepat meminta maaf.

Kelemahan:
Mendominasi percakapan dan suka membesar-besarkan, egoistis, suka mengeluh, kekanak-kanakan, tidak pernah dewasa. Mudah marah/emosional. Sensitif terhadap yang dikatakan orang tentang dirinya.


Melankolis (Perfeksionis)
 
Kekuatan:
Perfeksionis, standar tinggi. Cenderung diam dan pemikir sehingga membutuhkan ruang dan ketenangan supaya bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Serius dan bertujuan. Analitis. Berbakat dan kreatif. Berfilsafat dan puitis. Bijaksana, Idealis. Serba tertib dan hati-hati. Rapi dalam perencanaan, hemat.

Kelemahan:
Mengingat yang negatif dan menikmati sakit hati. Citra diri rendah dan merendahkan diri sendiri. Standar suka terlalu tinggi. Sangat memerlukan persetujuan. Mementingkan diri sendiri. Terlalu instropektif. Tertekan karena ketidaksempurnaan. Tidak mudah memaafkan dan penuh kontradiksi.

 
Phlegmatis
 
Kekuatan:
Kadang tipe ini dipandang sebagai orang yang lamban. Sebenarnya bukan karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Mudah bergaul dan santai. Mudah diajak rukun dan menyenangkan. Tenang, teguh, sabar dan seimbang. Hidup konsisten. Tidak banyak cakap tetapi bijaksana. Simpatik dan baik hati. Menyembunyikan emosi. Hidupnya penuh tujuan.

Kelemahan:
Terlalu pemalu dan tidak banyak bicara. Tidak suka keramaian. Suka takut dan kawatir. Mementingkan diri sendiri dan suka merasa benar sendiri. Tidak antusias. Suka menilai orang lain. Suka menunda-nunda sesuatu. Kurang disiplin dan motivasi diri. Malas dan tidak peduli.


Selengkapnya...

gravatar

Kecemasan


kecemasan
Selengkapnya...

gravatar

Daging Zen Tulang Zen

MENEMUKAN SEBUTIR BERLIAN DI JALAN BERLUMPUR

Gudo adalah pengajar istana pada masanya. Walaupun demikian,
ia seringkali berkelana sendirian sebagai seorang pengemis
yang tidak berumah. Suatu ketika dalam perjalanannya ke Edo,
pusat budaya dan politik kerajaan, ia singgah di sebuah desa
kecil bernama Takenaka. Saat itu telah malam dan hujan turun
dengan derasnya. Tubuh Gudo basah kuyup. Sandalnya yang
terbuat dari jerami menjadi rusak dan hancur. Di sebuah
rumah gubuk ke desa itu, ia melihat ada empat atau lima
pasang sandal di jendela, dan ia memutuskan untuk membeli
beberapa pasang sandal yang kering itu.

Wanita yang menjual sandal tersebut, melihat betapa basah
kuyupnya dia, mengundangnya untuk bermalam di rumahnya. Gudo
menerima tawaran wanita itu, dan berterima kasih kepadanya.
Ia pun masuk ke dalam rumah tersebut dan membaca sebuah
sutra di depan altar. Ia kemudian dikenalkan kepada ibu
wanita tersebut, dan kepada anak-anaknya. Melihat bahwa
anggota keluarga tersebut mengalami depresi, Gudo menanyakan
apa yang terjadi.

"Suami saya adalah seorang penjudi dan pemabuk," ibu rumah
tangga itu menjelaskan. "Jika menang, ia akan mabuk-mabukan
dan bertindak semena-mena. Bila kalah, ia akan meminjam uang
dari orang lain. Kadang-kadang jika ia sedang mabuk berat,
ia bahkan tidak pulang ke rumah. Apa yang harus saya
lakukan?"

"Saya akan menolongnya," kata Gudo. "Ini ada sedikit uang.
Tolong belikan saya sebotol arak dan makanan yang lezat.
Lalu, anda boleh beristirahat. Saya akan bermeditasi di
depan altar."

Ketika kepala rumah tangga itu pulang di tengah malam, dalam
keadaan mabuk, ia berteriak, "Hai, isteriku, saya sudah
pulang. Apakah kamu mempunyai makanan untukku?"

"Saya mempunyai sesuatu untukmu," kata Gudo. "Saya hampir
terperangkap hujan dan isteri anda menawarkan kepada saya
menginap malam ini. Sebagai balasan rasa terima kasih, saya
membelikan sedikit arak dan lauk-pauk, jadi anda boleh saja
memakannya."

Pria itu kelihatan gembira. Ia dengan seketika meneguk arak
itu dan membaringkan tubuhnya di lantai. Gudo duduk
bermeditasi di sampingnya.

Pada keesokan pagi, ketika pria itu terbangun dari tidurnya,
ia lupa akan kejadian tadi malam. "Siapakah anda? Dari
manakah anda berasal?" ia menanyai Gudo, yang sedang
bermeditasi.

"Saya adalah Gudo dari Kyoto, dan saya akan pergi ke Edo,"
jawab guru Zen itu.

Pria itu merasa sangat malu. Ia meminta maaf yang
sebesar-besarnya kepada pengajar istana.

Gudo tersenyum. "Segala sesuatu dalam hidup ini tidaklah
kekal," ia menjelaskan. "Hidup sangatlah singkat. Jika anda
terus-menerus berjudi dan mabuk-mabukan, anda tidak akan
mempunyai waktu yang tersisa untuk melakukan kegiatan yang
lain, dan dengan demikian anda akan menyiksa keluarga anda
juga."

Pandangan si kepala rumah tangga itu terbuka seakan-akan
terjaga dari mimpi. "Anda benar," ia mengaku. "Bagaimana
saya harus membayar untuk ajaran anda yang sedemikian
berharga ini! Marilah saya antarkan anda dan membantu
membawakan barang-barang anda hingga sebagian perjalanan
anda."

"Jika anda menginginkannya," Gudo mengijinkan.

Kedua orang itu mulai berjalan. Setelah berjalan sejauh tiga
mil Gudo menyuruhnya untuk kembali pulang. "Biarlah lima mil
lagi," ia memohon kepada Gudo. Mereka pun melanjutkan
perjalanan.

"Anda boleh kembali sekarang," Gudo menyarankan.

"Nanti, setelah sepuluh mil lagi," jawab pria itu.

"Kembalilah sekarang," kata Gudo, pada saat mereka telah
melewati jarak sejauh sepuluh mil.

"Saya akan mengikuti anda selama sisa waktu hidup saya,"
ungkap pria tersebut.

Para guru modern Zen di Jepang bersumber dari garis
keturunan seorang guru terkenal yang merupakan penerus Gudo.
Namanya ialah Mu-nan, pria yang tidak pernah kembali ke
rumahnya lagi.


DIALOG PERDAGANGAN UNTUK MENGINAP

Asalkan memajukan dan memenangkan sebuah argumentasi tentang
agama Buddha dengan orang-orang yang tinggal di sana,
seorang bhikshu kelana boleh menginap di sebuah vihara Zen.
Jika kalah, ia harus pergi dan melanjutkan perjalanan.

Di sebuah vihara di belahan utara Jepang, tinggallah dua
orang bhikshu. Yang lebih tua adalah seorang terpelajar,
sedangkan yang lebih muda adalah orang bodoh dan hanya
mempunyai sebuah mata.

Seorang bhikshu datang dan memohon untuk menginap.
Sebagaimana biasanya, ia menantang mereka untuk berdebat
tentang ajaran yang tertinggi. Saudara yang lebih tua,
karena keletihan belajar sepanjang hari itu, meminta saudara
mudanya untuk menggantikannya. "Pergilah dan hadapi
dialognya dengan tenang," ia memperingatkan.

Demikianlah, bhikshu muda dan orang asing itu pergi ke altar
dan duduk.

Tidak lama kemudian, pendatang itu bangkit dan menghampiri
saudara tua dan berkata, "Saudara muda anda adalah seorang
yang mengagumkan. Ia mengalahkan aku."

"Ceritakan dialog itu kepadaku," kata saudara yang tua.

"Baiklah," jelas si pendatang, "Pertama-tama, saya
mengacungkan sebuah jari, melambangkan Buddha, Ia yang
mencapai Pencerahan. Ia pun mengacungkan dua jari,
melambangkan Buddha beserta ajaran Beliau. Saya mengacungkan
tiga jari, melambangkan Buddha, ajaran, dan pengikut Beliau,
yang hidup dalam keharmonisan. Kemudian, ia melayangkan
kepalan tinjunya ke wajah saya, menunjukkan bahwa
ketiga-tiganya berasal dari kebijaksanaan. Demikianlah dia
menang dan saya tidak berhak untuk menetap. " Setelah itu,
si pendatang pun pergi.

"Kemanakah rekan itu?" tanya saudara muda, berlari menjumpai
saudara tuanya.

"Saya tahu anda memenangkan perdebatan tadi."

"Menang apa! Saya ingin memukulnya."

"Ceritakanlah tentang perdebatan tadi," pinta saudara tua
itu.

"Mengapa, begitu melihat saya, ia mengacungkan satu jari,
menghina saya dengan menyindir bahwa saya hanya mempunyai
sebuah mata. Oleh karena ia adalah pendatang, saya kira saya
harus bertindak sopan terhadapnya, sehingga saya
mengacungkan dua jari, bersyukur baginya karena mempunyai
dua mata. Kemudian, bedebah yang tidak sopan itu
mengacungkan tiga jari, menyiratkan bahwa di antara kita
berdua hanya ada tiga bola mata. Oleh karenanya, saya marah
dan mulai meninjunya, tetapi ia berlari keluar dan
perdebatan itu pun berakhir."

(baca cerita sejenis dari tradisi Islam dan Kristiani)


MENGAJARKAN YANG TERPENTING

Pada zaman dahulu di Jepang, lentera yang terbuat dari bambu
dan kertas, serta lilin di dalamnya banyak digunakan.
Seorang buta, yang mengunjungi temannya suatu malam,
ditawarkan sebuah lentera untuk dibawa pulang ke rumahnya.

"Saya tidak butuh lentera," katanya. "Gelap atau terang
adalah sama saja bagi saya."

"Saya tahu bahwa anda tidak memerlukan lentera untuk melihat
jalan," jawab temannya, "Tetapi jika anda tidak membawanya,
orang lain mungkin akan menabrak anda. Jadi, anda harus
membawanya."

Orang buta itu mulai berjalan dengan lenteranya dan sebelum
ia berjalan terlalu jauh, seseorang menabrak dirinya.
"Lihatlah jalan yang akan anda tuju!" ia berteriak kepada
orang asing itu, "Tidak bisakah kamu melihat lentera ini?"

"Lilin anda telah habis, Saudara" jawab orang asing itu.


PIKIRAN BATU

Hogen, seorang guru Zen dari China, hidup sendirian di
sebuah vihara kecil di sebuah desa. Suatu hari, empat orang
bhikshu kelana datang dan bertanya apakah mereka boleh
menyalakan api unggun di halaman viharanya untuk
menghangatkan tubuh mereka.

Ketika mereka sedang membuat api unggun, Hogen mendengar
mereka sedang bertengkar tentang subyektivitas dan
obyektivitas. Ia pun bergabung dan berkata, "Ada sebuah batu
besar. Apakah anda menganggapnya berada di dalam atau di
luar pikiran anda?"

Salah seorang bhikshu itu menjawab, "Dari sudut pandang
agama Buddha segala sesuatu adalah obyek dari pikiran, jadi
saya bisa katakan bahwa batu itu ada di dalam pikiran."

"Kepala anda pastilah berat sekali," demikian pendapat
Hogen, "Jika anda membawa bawa batu seperti itu di dalam
pikiran."


PRIA CHINA YANG BERBAHAGIA

Setiap orang yang berjalan-jalan di pecinan di Amerika akan
melihat patung seorang pria gemuk yang membawa karung goni.
Para pedagang China menyebutnya Pria China yang Berbahagia
atau Buddha Tertawa.

Hotei hidup pada masa Dinasti T'ang. Ia tidak berkeinginan
untuk menyebutkan dirinya sendiri seorang guru Zen atau
mengumpulkan banyak murid. Sebaliknya, ia berkeliaran
sepanjang jalan dengan membawa sebuah karung besar yang di
dalamnya berisi hadiah berupa permen, buah-buahan, dan kue.
Inilah yang akan ia bagi-bagikan kepada anak-anak yang
bermain-main mengelilinginya. Ia membentuk sekolah taman
kanak-kanak di jalanan.

Ketika ia berjumpa dengan seorang penganut Zen, ia akan
menjulurkan tangannya dan berkata, "Berikan saya sekeping
uang." Dan jika seseorang mengatakan kepadanya untuk kembali
ke vihara dan mengajarkan orang-orang, sekali lagi ia akan
menjawab, "Berikan saya sekeping uang."

Suatu ketika, saat ia sedang menjalankan tugas bermainnya,
seorang guru Zen lain berpapasan dengannya dan bertanya,
"Apakah yang penting dalam Zen?"

Hotei langsung menjatuhkan karungnya ke tanah dan berdiam
diri.

"Lalu," tanya orang tersebut, "Apakah yang ditunjukkan oleh
Zen?"

Dengan segera, Pria China yang Berbahagia mengayunkan
karungnya ke bahunya dan melanjutkan perjalanannya.


TIDAK BEKERJA, TIDAK ADA MAKANAN

Hyakujo, seorang guru Zen berkebangsaan China, terbiasa
bekerja beserta dengan murid-muridnya bahkan pada usianya
yang sudah delapan puluh tahun, memangkas rumput taman,
membersihkan halaman, dan merapikan tanaman.

Para muridnya merasa tidak tega melihat guru mereka yang
telah tua renta masih bekerja berat, tetapi mereka tahu
bahwa guru mereka tidak akan mendengarkan nasihat untuk
berhenti bekerja, sehingga mereka menyembunyikan perkakas
kerjanya.

Pada hari itu, guru mereka tidak makan. Hari berikutnya
juga, dan demikian pula dengan keesokan harinya lagi. "Ia
mungkin marah karena kita menyimpan perkakasnya," duga
murid-muridnya. "Sebaiknya kita kembalikan lagi perkakasnya
itu."

Setelah mereka mengembalikannya, guru mereka kembali bekerja
dan makan sebagaimana sebelumnya. Pada malam hari, ia
menginstruksikan mereka, "Tidak bekerja, tidak ada makanan."


JIKA ANDA MENCINTAI, CINTAILAH DENGAN SIKAP TERBUKA

Dua puluh bhikshu dan seorang bhikshuni, yang bernama Eshun,
sedang berlatih meditasi pada seorang guru Zen.

Eshun kelihatan sangat cantik walaupun rambutnya dicukur
habis dan pakaiannya sederhana. Beberapa bhikshu secara
diam-diam jatuh cinta kepadanya. Salah seorang di antara
mereka menuliskan surat cinta kepadanya, memohon agar mereka
bertemu berduaan.

Eshun tidak membalasnya. Pada hari berikutnya, si guru
memberikan khotbah kepada kelompok tersebut, dan ketika
khotbah itu telah selesai, Eshun berdiri. Dengan menatap
pada orang yang menulis surat kepadanya, ia berkata, "Jika
anda benar-benar mencintai saya, datang dan peluklah saya
sekarang juga."


KIKIR DALAM AJARAN

Seorang dokter muda di Tokyo yang bernama Kusuda bertemu
dengan teman sekolahnya yang telah mempelajari Zen. Dokter
muda itu menanyakan apakah Zen itu.

"Saya tidak bisa mengatakan kepada anda apakah Zen itu,"
temannya menjawab, "Tetapi satu hal yang pasti. Jika anda
memahami Zen, anda tidak akan takut untuk mati."

"Baiklah, " kata Kusuda. "Saya akan mencobanya. Dimanakah
saya bisa mendapatkan seorang guru?"

"Pergilah ke Guru Nan-in," temannya memberitahukan
kepadanya.

Oleh sebab itu Kusuda pergi menjumpai Nan-in. Ia membawa
sebuah pisau belati yang panjangnya sembilan setengah inci
untuk mengetahui apakah guru itu takut akan kematian atau
tidak.

Ketika Nan-in melihat Kusuda, ia berseru, "Hai, teman. Apa
kabar? Sudah lama kita tidak berjumpa!" Ini membuat Kusuda
bingung, lalu ia menjawab, "Kita belum pernah bertemu
sebelumnya."

"Benar," Nan-in menjawab, "Saya kira anda adalah seorang
dokter yang belajar di sini."

Dengan sikap pembuka yang seperti ini, Kusuda kehilangan
kesempatan untuk menguji si guru, sehingga dengan malu ia
memohon untuk diberikan instruksi Zen.

Nan-in mengatakan, "Zen bukanlah tugas yang berat. Jika anda
adalah seorang dokter, perlakukanlah pasien anda dengan
kebaikan. Itulah Zen."

Kusuda mengundang Nan-in tiga kali. Setiap kali Nan-in
mengatakan hal yang sama, "Seorang dokter tidak boleh
memboroskan waktunya di sini. Pulanglah dan rawatlah pasien
anda."

Masih belum jelas bagi Kusuda bagaimana ajaran seperti itu
bisa menghapuskan ketakutan akan kematian. Oleh sebab itu,
pada kunjungan keempat ia mengeluh, "Teman saya mengatakan
bahwa jika mempelajari Zen, seseorang akan kehilangan
ketakutan akan kematian. Setiap kali saya datang ke sini,
anda menasihati saya untuk merawat pasien saya. Saya sudah
tahu hal itu. Jika inilah yang anda katakan sebagai Zen,
saya tidak akan mengunjungi anda lagi."

Nan-in tersenyum dan menepuk dokter itu, "Saya telah terlalu
ketat terhadap anda. Marilah saya berikan sebuah koan kepada
anda." Ia memberikan kepada Kusuda sebuah Mu dari Joshu
untuk dipikirkan, yang merupakan tugas pencerah-pikiran
pertama di dalam buku yang berjudul "The Gateless Guide"
(Pintu Gerbang yang tidak Berbatas).

Kusuda mengggeluti masalah Mu (Tiada Apa-Apa) selama dua
tahun. Akhirnya, ia merasa bahwa telah mencapai kemajuan
dalam pikiran. Akan tetapi, si guru berkomentar, "Anda masih
belum mencapai kemajuan."

Kusuda melanjutkan dengan penuh konsentrasi selama satu
setengah tahun lagi. Pikirannya menjadi tenang. Problem
terselesaikan. Tiada Apa-Apa menjadi kebenaran. Ia merawat
pasiennya dengan baik dan bahkan tanpa ia sadari, ia telah
bebas dari pemikiran tentang kehidupan dan kematian.

Lalu, ketika ia mengunjungi Nan-in, gurunya yang dulu ini
hanya tersenyum.


MENERBITKAN SUTRA

Tetsugen, seorang pengabdi Zen di Jepang, memutuskan untuk
menerbitkan sutra, yang pada waktu tersebut hanya didapatkan
dalam bahasa China. Buku itu akan dicetak dengan balok kayu
dalam bentuk edisi tujuh ribu kitab, suatu pekerJaan yang
luar biasa.

Tetsugen memulainya dengan berkelana dan mengumpulkan dana
untuk tujuan ini. Beberapa simpatisan memberinya seratus
keping emas, tetapi kebanyakan di antaranya hanyalah
kepingan uang yang kecil. Ia berterima kasih kepada semua
penyumbang dengan sikap yang sama. Setelah sepuluh tahun
Tetsugen mempunyai uang yang cukup untuk memulai tugasnya.

Pada waktu itu, Sungai Uji banjir. Kelaparan pun menyusul.
Tetsugen mempergunakan uang yang telah ia kumpulkan untuk
membeli buku-buku dan menolong orang lain dari kelaparan.
Lalu, ia mengulangi lagi kegiatan mengumpulkan dana.

Beberapa tahun kemudian epidemi menyebar di seluruh penjuru
dunia. Tetsugen sekali lagi mempergunakan uang yang telah
terkumpul olehnya untuk membantu orang-orang.

Untuk ketiga kalinya, ia memulai lagi usahanya, dan setelah
dua puluh tahun keinginannya pun tercapai. Balok cetakan
yang menandai edisi pertama itu bisa kita lihat hari ini di
vihara Obaku di Kyoto.

Orang Jepang memberitahukan kepada anak cucu mereka bahwa
Tetsugen membuat tiga kelompok sutra, dan bahwa kedua
kelompok yang tidak kelihatan itu bahkan melampaui yang
terakhir itu.


PERANGAI


Seorang murid Zen mendatangi Bankei dan mengeluh, "Guru,
saya mempunyai perangai yang tidak terkendalikan. Bagaimana
saya bisa mengubahnya?"

"Kamu mempunyai sesuatu yang sangat aneh," jawab Bankei.
"Biarkan saya lihat apa yang kamu miliki."

"Sekarang ini saya tidak bisa menunjukkannya kepadamu,"
jawab murid tersebut.

"Kapankah anda bisa menunjukkannya kepada saya?" tanya
Bankei

"Sesuatu ini muncul secara tidak diharap-harapkan," jawab si
murid.

"Jika demikian," Bankei menyimpulkan, "Itu pastilah bukan
milik anda. Jika memang milik anda, anda bisa menunjukkannya
kepada saya setiap saat. Ketika kamu dilahirkan, kamu tidak
memilikinya, dan orangtua kamu tidak memberikannya kepadamu.
Pikirkanlah hal ini."


TEROWONGAN

Zenkai, putera seorang samurai, melakukan perjalanan ke Edo
dan di sana menjadi pelayan seorang pejabat tinggi. Ia jatuh
cinta dengan isteri pejabat itu dan ketahuan. Sebagai usaha
perlindungan diri, ia membunuh pejabat itu. Kemudian, ia
melarikan diri dengan isteri pejabat itu.

Keduanya kemudian menjadi pencuri. Akan tetapi, wanita ini
sedemikian rakusnya sehingga Zenkai menjadi jijik
melihatnya. Akhirnya, ia meninggalkan wanita itu, melakukan
perjalanan jauh ke propinsi Buzen, di sanalah ia menjadi
seorang pengemis yang berkelana.

Untuk menghapuskan kesalahan masa lampaunya, Zenkai bertekad
untuk melakukan beberapa kebajikan selama hidupnya. Karena
tahu bahwa ada sebuah jalan yang berbahaya di sebuah tebing
yang telah mengakibatkan kematian dan kecelakaan bagi banyak
orang, ia memutuskan untuk menggali sebuah terowongan
menembusi gunung di sana.

Siang hari mengemis makanan, pada malam harinya Zenkai
bekerja menggali terowongan. Setelah tiga puluh tahun
berlalu, terowongan yang berhasil digalinya itu telah
mencapai sepanjang 2280 kaki, dengan tinggi 20 kaki, dan
lebamya 30 kaki.

Dua tahun sebelum tugas ini diselesaikan, putera dari
pejabat yang telah dibunuhnya, yang merupakan seorang
serdadu yang trampil, menemukan Zenkai dan datang untuk
membunuhnya sebagai pembalasan dendam.

"Saya akan memberikan kepada anda nyawa saya secara rela,"
kata Zenkai, "Biarkanlah saya menyelesaikan pekerjaan ini
terlebih dahulu. Pada saat terowongan ini telah selesai,
kamu boleh membunuhku."

Dengan demikian, serdadu itu menunggu waktu. Beberapa bulan
berlalu dan Zenkai masih saja tetap menggali. Anak muda
tersebut menjadi bosan menunggu dan mulai membantu menggali.
Setelah membantu selama lebih dari satu tahun, ia menjadi
kagum atas tekad kuat dan karakter Zenkai.

Akhirnya terowongan itu pun jadi dan orang-orang bisa
menggunakannya serta berjalan melaluinya dengan aman.

"Sekarang penggallah kepala saya," kata Zenkai, "Pekerjaan
saya telah tuntas."

"Bagaimana bisa saya memenggal kepala guru saya sendiri?"
tanya anak muda itu dengan tetes air mata di matanya.


TIDAK ADA

Yamaoka Tesshu, sebagai seorang pelajar muda Zen,
mengunjungi satu per satu guru. Ia mendatangi Dokuon dari
Shokoku.

Dengan maksud menunjukkan pencapaiannya, ia berkata,
"Pikiran, Buddha, dan makhluk berindera, semuanya tidak ada.
Sifat sebenarnya dari semua fenomena ialah kehampaan. Tidak
ada penyadaran, tiada khayalan, tiada orang bijak, tiada
orang awam. Tidak ada pemberian dan tidak ada yang
diterima."

Dokuon, yang secara diam-diam merokok, tidak mengatakan
apa-apa. Tiba-tiba, ia memukul Yamaoka dengan pipa rokok
bambunya. Ini membuat pemuda itu cukup marah.

"Jika tidak ada apa-apa," jelas Dokuon, "Dari manakah
kemarahan ini bersumber?"


****
---------------------
Daging ZEN Tulang ZEN
Bunga Rampai Karya Tulis Pra-Zen dan Zen
Dikumpulkan oleh: Paul Reps
Edisi Keenam Oktober 1996
Yayasan Penerbit Karaniya
Anggota IKAPI, Kotakpos 1409 Bandung 40001



Selengkapnya...

Quick Linker

"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? Serahkan pada saya.… Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! Klik disini-1 dan disini-2"

ShoutMix chat widget

Follow Blog in Facebook

Sahabat Satia

teater CELAH's Fan Box

Tukeran Banner Yuk,...!?

Toak Blog

Banner Sahabat